Seperti hari-hari lalu, setiap malam aku selalu mengurung diri di kamar, memutar saluran radio favoritku—Radio Rasta FM, tanpa menggubris keadaan di luar. Tak ada kegiatan lain yang kusuka selain mengurung diri. Bergelut dengan kenangan. Inilah aku, beberapa minggu terakhir aku selalu bangun dengan mata sembab. *** Cahaya matahari pagi menembus celah-celah ventilasi kamarku hingga berhasil membangunkanku dari mimpi buruk. Ya, lagi-lagi dengan mata sembab. Aku mulai bersiap-siap pergi ke sekolah, walau sejujurnya tak ada lagi semangat untuk memijakkan kaki di sana. Terlalu banyak kenangan dan luka yang masih menancap bebas di relung hati.Seperti biasa, sesampainya di kelas aku lebih memilih duduk dan berdiam diri. Tak seperti dulu, aku terlalu rapuh untuk memulai ke...
Huruf dan kata-kata merupakan kawan, dalam kesepianku. Hanya dengan menulis, aku merasa hidupku bisa lebih dipahami. Karena aku bukan orang yang bisa secara langsung mengungkapkan apa yang kurasakan.