Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Miracle Of A Radio Announcer

            Seperti hari-hari lalu, setiap malam aku selalu mengurung diri di kamar, memutar saluran radio favoritku—Radio Rasta FM, tanpa menggubris keadaan di luar. Tak ada kegiatan lain yang kusuka selain mengurung diri. Bergelut dengan kenangan. Inilah aku, beberapa minggu terakhir aku selalu bangun dengan mata sembab. ***             Cahaya matahari pagi menembus celah-celah ventilasi kamarku hingga berhasil membangunkanku dari mimpi buruk. Ya, lagi-lagi dengan mata sembab. Aku mulai bersiap-siap pergi ke sekolah, walau sejujurnya tak ada lagi semangat untuk memijakkan kaki di sana. Terlalu banyak kenangan dan luka yang masih menancap bebas di relung hati.Seperti biasa, sesampainya di kelas aku lebih memilih duduk dan berdiam diri.              Tak seperti dulu, aku terlalu rapuh untuk memulai ke...

Bintang Untuk Reza

Mengapa kau tak membalas cintaku Mengapa engkau abaikan rasaku Ataukah mungkin hatimu membeku Hingga kau tak pernah pedulikan aku ... ***             Mata ini masih belum bisa terpejam dengan sempurna, sesekali kulirikkan pandangan menuju jendela kamar. Rintikan hujan membasahi sebagian bumi, membuat orang semakin lelap dalam tidurnya. Lain halnya denganku, rintikan hujan itu semakin mengingatkanku pada Reza. Sosok tampan yang pernah memabukkan hati.             Jam dinding telah menunjukkan pukul satu. Aku yang tersentak segera melangkahkan kaki menuju ruang tamu, pijakkan kaki di luar yang kukira adalah Reza ternyata hanya seekor kucing yang mencari tempat berteduh. Kaki ini kembali melemas, mataku mulai berkaca-kaca dan tak kuasa air mata menetes membasahi pipi. Ingatan ini masih jelas dalam benak, betapa hati terasa remuk redam saat cinta tak berbalas se...