Pagi ini langit terlihat berseri. Mentari menanggalkan senyum hangatnya ke bumi. Burung-burung seakan melengkapi hari yang indah ini dengan berkicauan di atas ranting pohon. Dengan langkah penuh semangat aku menelusuri koridor sekolah. Menyunggingkan senyum manis tiada henti. Bukan karena pelajaran yang akan di ajarkan hari ini, bukan pula karena para guru akan mengadakan rapat mendadak. Tapi karena kejadian kemarin di toko buku. Anganku melayang jauh memutar kembali kejadian dimana aku bertemu kedua kalinya dengan seorang pria--pandangan pertama. Sebenarnya pertemuan itu adalah pertemuan tak di sengaja dan sangatlah sederhana. Saat tanganku terulur untuk meraih sebuah novel karya Andrea Hirata ada tangan lain yang juga ingin meraih novel tersebut. Saat pandanganku berbalik kepada sosok itu jantungku berdegup kencang serasa mau copot, seakan-akan da...
Huruf dan kata-kata merupakan kawan, dalam kesepianku. Hanya dengan menulis, aku merasa hidupku bisa lebih dipahami. Karena aku bukan orang yang bisa secara langsung mengungkapkan apa yang kurasakan.